Menelisik Perbedaan Sainstek di Indonesia dan Luar Negeri – 2 (end)

[Menelisik Perbedaan Sainstek di Indonesia dan Luar Negeri – 2 (end)]
@TifaniHayyu
Selain itu, hasil dari riset para peneliti Indonesia belun dihargai bangsa sendiri. Hal ini dapat dilihat dari begitu pelitnya anggaran penelitian dari pemerintah maupun swasta. Sepertinya mereka masih belum ‘ngeh’ bahwa peningkatan kualitas pembangunan negara ini sangat berhubungan dengan peningkatan kuantitas dan kualitas riset yang dihasilkan para ilmuwan Indonesia. Di negara Malaysia bisa dilihat bahwa mereka mewajibkan  perusahaan swasta menyediakan anggaran untuk penelitian, yang masih belum begitu diterapkan di Indonesia.

Kita dapat lihat kasus ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang berkarya, tetapi malah dianggap sebelah mata saja, karena respon masyarakat terhadap penelitian tersebut sangat jauh dari dugaan mereka. Alhasil, terpaksa akhirnya produk tersebut dibeli oleh orang luar negeri. Miris, mengingat sebenarnya cukup banyak orang pintar dan terdidik di Indonesia, tetapi sayangnya kekuatan ekonomi, politik, sosial, dan budaya masih mendominasi perhatian pemerintah sehingga mereka sulit bergerak dalam memajukan bidang sains dan teknologi Indonesia. Bahkan, cukup banyak dari mereka yang hijrah ke luar negeri karena disana mereka lebih dihargai dan dapat hidup lebih sejahtera.

Sudah saatnya penelitian menjadi referensi bagi berbagai peraturan yang berlaku di Indonesia dengan mengapresiasi dan menempatkan ilmuwan Indonesia yang berkecimpung di bidang sains murni maupun terapan di posisi yang lebih layak.

Sumber data: tirto.id.

Doakan aku di ISCPMS 2017 yaa :).

@pejuang30dwc #30DWC7 #30DWC #ilmuwan #saintis #insinyur #publikasi #doktor #sains #sainstek #day13

Post Author: Altifani R. Hayyu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *