Menelisik Perbedaan Sainstek di Indonesia dan Luar Negeri – 1

[Menelisik Perbedaan Sainstek di Indonesia dan Luar Negeri – 1]
@TifaniHayyu
Bicara tentang sains dan teknologi (sainstek) pasti tak jauh-jauh dari kualitas pendidikan dan indikator kemajuan suatu negara. Karena sekolah ialah tempat penting mencetak ilmuwan dan insinyur bangsa, lalu semakin banyak ilmuwan dan insinyur tersebut maka semakin majulah suatu negara.

Berdasarkan data yang ada, terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kondisi sains dan teknologi di Indonesia dan luar negeri. Salah satunya kemajuan teknologi di beberapa negara maju dipengaruhi oleh alokasi dana riset yang besar. Seperti di negara tetangga Malaysia yang mengalokasikan dana riset sebanyak 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Mirisnya, Indonesia hanya mampu mematok 0.08 persen dari PDB. Selain itu, jumlah doktor Indonesia sangat jauh dari jumlah ideal, yakni sekitar 30 ribu doktor dari 257,9 juta jiwa. Sedangkan Tiongkok telah memiliki 800 ribu doktor dari 1,3 miliar jiwa. Ajaibnya 80 persen dari doktor Indonesia berasal dari bidang ilmu sosial, sehingga sangat sedikit yang ahli dibidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi.

Jumlah publikasi Indonesia di jurnal ilmiah internasional juga masih minim bila dibandingkan dengan negara-negara maju. Indonesia pada tahun 2014 hanya menelurkan 5.499 publikasi, kalah dengan negara serumpun Malaysia yang mampu berbuat lebih sekitar 5 kali lipatnya, yakni sekitar 25.000 publikasi.

Selain itu…

[Bersambung]
@pejuang30dwc #30DWC7 #30DWC #ilmuwan #saintis #insinyur #publikasi #doktor #sains #sainstek #day12

Post Author: Altifani R. Hayyu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *