Anugrah Angin

[Anugrah Angin]
@TifaniHayyu
Ketika parasailing di pantai Tanjung Benoa Bali, angin membantu kami untuk pergi dari tepi pantai ke tengah pantai, lalu parasut mampu diterbangkan ke langit juga karena bantuan angin. Memang angin sangat bermanfaat bagi kehidupan kita.

Angin itu sendiri ialah udara yang bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah atau dari suhu udara yang rendah ke suhu udara yang tinggi. Rasanya tubuh kita menjadi segar jika merasakan angin sepoi-sepoi, seperti di pegunungan maupun angin yang dihasilkan dari kipas angin. Faktor terjadinya angin salah satunya dari letak tempat, waktu terjadi, dan tinggi suatu tempat.

Allah SWT menciptakan sesuatu pasti dengan tujuan. Al-Qur’an juga memuat perihal manfaat angin. Salah satu manfaat angin ialah mengawinkan tumbuhan (Al-Hijr:22), maksudnya membantu proses penyerbukan serbuk sari pada kepala putik.

Manfaat kedua ialah untuk menurunkan hujan dari langit (Al-Hijr:22), hal ini benar karena angin mampu menggerakkan awan sehingga uap air terangkat dari permukaan bumi dan  pada akhirnya turunlah hujan membasahi bumi.

Manfaat ketiga dari angin ialah sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan) yang terdapat pada QS. Al-Furqaan:48. Angin yang berhembus kencang seringkali merupakan tanda akan terjadinya hujan. Hujan itu sendiri merupakan rahmat dari Allah SWT, karena hujan mampu menyuburkan tanaman sehingga buah-buahan tumbuh yang sangat bermanfaat untuk dikonsumsi manusia.

Selain itu angin memiliki manfaat sebagai sarana transportasi (Yunus : 22). Di berbagai pelabuhan atau pantai, perahu layar yang dapat bergerak dengan memanfaatkan angin, memiliki manfaat sebagai sarana transportasi dan juga lahan bisnis rekreasi.

Beberapa keistimewaan angin tersebut merupakan momentum yang pas bagi kita untuk mengingat kebesaran pencipta kita, Allah SWT. Bayangkan jika tidak ada angin, maka dunia akan gersang dan jenuh. Ketika angin berhembus, dunia berubah menjadi sejuk dan tak gersang lagi. Begitulah seharusnya hidup ini, bergerak untuk berubah menjadi lebih baik, seperti angin yang berhembus, dan melupakan stagnansi.
@pejuang30dwc #renungan #30DWCJilid7 #angin #parasailing #day26

Post Author: Altifani R. Hayyu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *