Resensi Buku Jodoh Dunia Akhirat : Jodoh bergantung pada siapa Anda

Judul Buku     : Jodoh Dunia Akhirat: Merayu Allah, Menjemput dalam Taat
Penulis           : Ikhsanun Kamil (Canun) & Foezi Citra Cuaca (Fu)
Halaman        : 254 hal
Penerbit         : Mizania, 2013

Jodoh itu bukan masalah ‘siapa dia, dimana dia, bagaimana dia?’ Tapi jodoh bergantung pada ‘siapa Anda, dimana posisi Anda, bagaimana diri Anda?’. 

Di dunia ini ada 3 hal yang masih terbilang misteri, yaitu rezeki, jodoh, dan kematian. Tidak seorang pun mengetahui siapa kelak yang akan menjadi jodohnya, sebab jodoh adalah rahasia Allah bagi setiap hamba-Nya. Berbicara tentang jodoh, pastinya seseorang ingin mendapatkan jodoh yang terbaik, bukan hanya didunia saja tetapi juga di akhirat. Penulis berpendapat bahwa jodoh itu sesungguhnya begitu dekat, bahkan kita dan jodoh kita berada pada circle yang sama. Hanya saja, prasangka-prasangka, perasaan-perasaan yang tak seharusnya, dan fokus kita pada orang lain yang telah menghijabi kesadaran kita akan kehadirannya.

Penulis mengatakan bahwa cara mencari jodoh dengan pacaran adalah cara sesat. Menurut penelitian, dari 2.000.000 pernikahan yang terjadi pada tahun 2012, sebanyak 258.184 pasangan memilih untuk bercerai menurut Dirjen Bimas Islam Kemenag RI. Penulis buku ini, Canun dan Fu, adalah seorang pasangan suami-istri yang masih belia, tetapi sudah punya pengalaman yang amat luas soal dunia pernikahan.

Buku ini mengulas bagaimana cara yang benar dalam mencari jodoh. Beberapa pembahasan antara lain bagaimana menyelesaikan hal-hal yang menghambat pernikahan, bagaimana memantaskan diri di hadapan-Nya agar layak melangkah ke pelaminan, dan bagaimana menentukan pasangan hidup yang satu cinta dan cita dengan kita. Buku ini unik karena membahas kegalauan para jomblowan jomblowati yang sudah ingin menikah tapi belum punya bayangan tentang siapa yang mau diajak nikah.

Di awal buku, penulis menanyakan tentang seberapa lurus niat ingin menikah pembaca. Lalu penulis menjabarkan beberapa jenis niat yang kurang tepat yang sering jadi pemicu keinginan menikah. Di bagian ini, pembaca diajak merenungkan tentang diri sendiri dan berpikir apakah ada masalah yang harus diselesaikan, misalnya ada suatu permasalahan yang harus dimaafkan, bukan dilupakan.

Setelah itu, Canun dan Fu memperkenalkan formula utama, membahas bagaimana proses menjemput jodoh. Formula tersebut terdiri dari 3 tahap, yaitu: cleansing, upgrading, dan selecting.

Tahap pertama yakni cleansing, yaitu proses membersihkan diri dari dosa-dosa di masa lalu yang melibatkan diri kita, orang lain, dan Allah SWT. Jika kita sudah tau dimana letak kesalahan kita, buku ini akan memberitahu cara berdamai dengan diri kita sendiri. Pembaca diminta untuk membersihkan jiwa, hati dan pikiran dari macam-macam hal yang tidak berguna dan mungkin menghalangi kita dari jodoh. Salah satu contoh hal tersebut ialah perasaan belum memaafkan diri sendiri dari dosa-dosa masa lalu, perasaan sakit hati dan kecewa dengan orang tua atau orang-orang terdekat. Di tahap ini, pembaca harus memohon maaf pada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah lalu dan bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat. Selain itu pembaca dituntun menyiapkan diri untuk move up, yakni berpindah ke tingkat lebih tinggi.

Yang kedua adalah upgrading, yaitu meningkatkan banyak hal dari diri kita, seperti memantaskan diri, menambah ilmu soal agama, pernikahan dan parenting, menambah kemampuan mencari nafkah, dan juga menyiapkan hati untuk mengarungi bahtera pernikahan. Karena untuk karier dunia saja kita sekolah dari SD sampai kuliah, maka untuk karier dunia-akhirat kita tidak boleh malas belajar. Penulis juga menyampaikan bahwa knowledge, skill and heart merupakan hal-hal yang harus di-upgrade. Upgrading merupakan tahap dimana kita tidak boleh lelah untuk belajar dan memperbaiki diri. Itulah yang akan membuat kita semakin didekatkan oleh Allah pada jodoh kita nantinya, karena jodoh seseorang adalah cerminan dirinya sendiri [QS. An-Nur ayat 26].

Yang ketiga adalah selecting, yaitu bagaimana cara menentukan kriteria jodoh yang kita inginkan dan bagaimana cara mengenali karakteristiknya. Memilih jodoh tidak boleh sembarangan, melainkan harus melalui pertimbangan. Tentunya pasangan yang akan kita pilih untuk menikah dengan kita adalah ia yang akan menjalani kehidupan pernikahan seumur hidup dengan kita. Pertimbangan utamanya adalah melihat bagaimana agamanya. Di step ini juga dipaparkan tips bagaimana cara untuk mengaktivasi ‘magnet jodoh’. Setelah itu, hadirkan Allah dalam proses selecting dengan media shalat istikhoroh, merayu Allah SWT.

Buku ini tidak hanya perlu dibaca untuk jomblo, tetapi juga perlu untuk pasangan karena berisi trik-trik intropeksi diri dan muhasabah diri agar mendapat pasangan hidup yang terbaik sekaligus menjadi yang terbaik untuk pasangan hidup kita.

Post Author: Altifani R. Hayyu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *