Saatnya Indonesia Melek Investasi Pasar Modal Syariah

Investasi adalah salah satu cara menggunakan uang secara bijak. Salah satu bentuk investasi adalah mengalokasikan sebagian uang untuk digunakan di pasar modal. Hal ini merupakan aktivitas produktif yang dapat menggerakkan sektor ekonomi. Dengan membiasakan diri untuk berinvestasi maka seseorang akan mengalokasikan pendapatannya tidak semata-mata untuk konsumsi saja, tetapi untuk perencanaan masa depan.

Edukasi tentang pasar modal kepada masyarakat adalah hal yang penting. Pasalnya sampai saat ini dari sekitar 240 juta penuduk Indonesia hanya sekitar 300 ribu orang saja yang berinvestasi di pasar modal. Edukasi ini akan bermanfaat untuk meningkatkan jumlah warga Indonesia agar berinvestasi di pasar modal untuk menggerakan perekonomian bangsa.

Indonesia tidak bisa lepas dari pasar modal dalam perkembangan ekonomi bangsa sebagaimana yang telah dilakukan hampir seluruh negara di dunia. Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia melahirkan sebuah terobosan baru bagi pasar modal berupa pasar modal syariah.

Investasi pasar modal syariah merupakan sebuah kegiatan menghimpun dana dari investor atau pemilik modal yang nantinya dikelola oleh manajer investasi dalam sebuah portofolio dan prinsip yang digunakan adalah prinsip syariah Islam. Karena menggunakan prinsip syariah islam, maka dana investasi yang ditanamkan tidak boleh dikelola dalam bentuk sesuatu yang menjerumus ke dalam barang haram, misalnya perjudian, minuman keras, hiburan maksiat, dan lainnya. Selain itu dana yang dikelola juga tidak boleh ada riba. Biasanya instrumen keuangan yang digunakan untuk investasi pasar modal syariah ialah efek pasar modal syariah seperti obligasi syariah dan saham yang telah ada di daftar efek syariah, lalu juga pasar uang syariah seperti sertifikat investasi mudharabah antar bank.

Penanaman investasi syariah menawarkan manfaat tersendiri dibandingkan investasi konvensional. Pertama, investasi syariah dijamin halal dan juga produktif. Investasi yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dijamin akan dialokasikan untuk kegiatan usaha yang memang benar-benar halal. Kemudian dengan sistem bagi hasil, maka produk investasi jenis ini dikatakan investasi yang produktif. Sebab sepanjang usaha berjalan maka keuntungan pun akan tetap didapatkan, berbeda dengan investasi secara konvensional yang memiliki batas waktu.

Manfaat kedua ialah adanya pengawasan terhadap pengelolaan modal. Kekhawatiran apakah bank syariah tempat kita hendak berinvestasi benar-benar dijalankan sesuai prinsip syariah dapat dihindari, karena dalam pengelolaannya semua bank syariah akan diawasi langsung oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Keuntungan ketiga ialah adanya prinsip kepercayaan. Pengelolaan dana investasi yang sudah ditanamkan sifatnya lebih terbuka sehingga investor paham perkembangan dan kondisinya. Selain itu, bank syariah yang menyediakan produk investasi tidak hanya berlandaskan kepada hukum negara, tetapi juga berlandaskan pada hukum Islam yang tegas, sehingga semua hasil keuntungan yang diperoleh jelas kehalalannya.

Melakukan investasi sejak usia muda sangat dianjurkan agar sejak muda paham pentingnya memenuhi kebutuhan masa sekarang sekaligus masa depan. Investasi di usia muda tidak harus dalam nilai yang tinggi. Generasi muda bisa belajar berinvestasi dengan kondisi yang serba terbatas untuk kemudian meningkatkan plafon investasi tersebut, dengan begitu maka kemampuan untuk memahami teknik berinvestasi yang benar semakin mudah didapatkan. Oleh karena itu generasi muda dianjurkan untuk segera berinvestasi ke pasar modal syariah sebagai solusi menabung yang menguntungkan khususnya bagi mahasiswa.

Penguatan edukasi tentang pasar modal syariah di Indonesia adalah hal yang penting agar masyarakat dapat mencapai tujuan finansial di masa depan dan mendukung kehidupan akhiratnya. Hadirnya investasi pasar modal berbasis syariah di Indonesia berkontribusi menambah jenis produk yang tidak hanya menarik dari sisi imbal hasil tetapi juga halal karena menerapkan prinsip syar’i dalam investasinya. 

Post Author: Altifani R. Hayyu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *