Backpacker di Korea Selatan (Hari 5) : National Folk Museum of Korea, Gyeongbokgung Palace, KTO, Cheonggyecheon Stream, Namdaemun, LINE Store

Senin, 5 September 2016

Hari ini, kami berenana ke Bukchon Hanok Village dan sekitarnya sekadar numpang foto wkwk. Bukchon Hanok Village (hanok = bangunan tradisional) ialah daerah bergaya rumah tradisional Korea, berbentuk desa tradisional yang memiliki banyak gang sempit yang dijaga keasliannya. Ini ialah suasana perkotaan pada masa dinasti Joseon. Disini banyak tempat pelatihan craft / kesenian gitu dan berbayar, selain itu juga ada kediaman penduduk, maupun guesthouse yang juga unik berbentuk bangunan tradisional Korea. Bukchon Hanok Village juga sering digunakan sebagai lokasi syuting film drama serial Korea.  Kalau mau ke Bukchon kamu harus ke Anguk Station keluar di pintu Exit #2, lau berjalan lurus saja untuk sampai ke Bukchon Hanok Village.


Setelah itu, kami ke National Folk Museum of Korea, untuk melihat-lihat benda bersejarah Korea, yang berada di dalam area Gyeongbokgung Palace. Kita tidak perlu membayar tiket alias gratis! National Folk Museum of Korea adalah sebuah museum yang terletak di halaman Istana Gyeongbok, Seoul, Korea Selatan. Museum ini mengoleksi 2.240 artefak dan alat-alat yang digunakan oleh masyarakat Korea pada masa lalu sampai sekarang, menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat Korea.

Setelah disini aku ke CU, semacam minimarket disini, untuk membeli semacam sandwich nasi dengan tuna mayonaise, dijamin halal karena tidak mengandung pork, tetapi tuna dan mayonnaise, harganya 900 won. Setahuku yang halal it yang biru sesuai foto tersebut ya, gatau deh kalau yang varian lain halal apa nggak, yang pasti warna cokelat itu haram karena pork. Lalu disini aku beli pisang harganya mahal 4000 won tapi besar-besar sih, isi 8 pisang / 1 sisir.

 

Setelah itu kami singgah ke sebuah toko kayak supermarket (gak tahu nama tokonya, pokoknya depannya banner Song Joong-Ki wkwk) yang menjual berbagai macam sembako. Letaknya di jalan sekitar Museum. Disana kami membeli beras, dan makanan seperti tahu untuk dimasak di guesthouse, yang jelas-jelas lebih hemat dibandingkan makan di restoran/street food. Hati-hati terutama saat membeli mie instan , karena hampir semuanya mengandung babi (pork). Oleh karena itu aku anjurkan kalian beli tahu, atau makanan yang jelas-jelas tidak pakai minyak babi / olahan babi dan gunakan aplikasi halal Korea (google play) disitu kamu bisa scan dan deteksi produk apakah halal atau tidak.

Setelah itu kami masuk kedalam istananya,  Gyeongbokgung Palace. Kalau disini baru bayar tiket, 3000 won. Istana Gyeongbok adalah sebuah istana yang terletak di sebelah utara kota Seoul, Korea Selatan. Istana ini termasuk dari 5 istana besar dan merupakan yang terbesar yang dibangun oleh Dinasti Joseon.  Berdiri di wilayah seluas 410.000 meter persegi, Istana Gyeongbok adalah simbol keagungan kerajaan dan rakyat Korea. Disini kamu dapat menonton acara pergantian penjaga di Gyeongbokgung Palace. Secara umum jalan nya acara itu adalah sang raja datang, lalu sang panglima memerintahkan para prajurit nya berlatih dengan senjata, lalu yang paling menarik adalah sejarah pergantian senjatanya mulai dari pedang yang berakhir di tombak, makin ke atas makin kuat senjatanya. Tetapi kami tidak sempat menontonnya karena ketinggalan jadwal dan harus segera pergi ke tempat lain.

Berawal dari mencari mushala di Korea di internet, kami ke KTO. Gedung KTO (Korean Tourism Organization) terletak di samping Cheonggyecheon stream. Tak disangka-sangka ternyata banyak gratisan disana wkwk bahagia. Untuk kesini kamu naik Subway ke Jonggak Station (Seoul Subway Jalur 1), Exit 5, lalu jalan lurus dan belok kanan di jalan pertama (sebelum Sungai Cheonggyecheon). Kami kesini berjalan kaki dari Palace. Di KTO kamu dapat mencoba Virtual Reality. Virtual Reality adalah sebuah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer, sehingga pengguna merasa berada di dalam lingkungan tersebut. VR di KTO ini diprogram bertemakan wisata di Korea. Selain itu disini kamu dapat mencoba pakai hanbok (pakaian tradisional Korea) gratis dan dapat dibawa pergi jalan-jalan asalkan menitipkan paspor ke KTO. Tentunya disini juga ada mushalla dan ada Al-Qur’an terjemahan Korea disini. Yang paling menarik untuk K-Pop lover ialah, disini bisa foto-foto lucu dan canggih bersama “hallyu stars” artis K-Pop terkenal macam BigBang, 2NEI, dkk, semua gratis! Eitt tapi jangan salah sangka dulu ya, foto-fotonya ini virtual alias artisnya tidak ada dekat kita tapi muncul di layar.

Patung Raja Sejong di jalan menuju KTO

 

sumber : hostelseouls.net

Setelah puas-puasian di KTO, kami menyambangi Cheonggyecheon stream, letaknya di Gwanghwamun Station (Seoul Subway Line 5), Exit 5 Cheonggyecheon Stream yang letak nya tidak terlalu jauh dari Gyeongbokgung Palace. Kami kesini berjalan kaki dari KTO.
Cheonggyecheon stream atau kali Cheonggye adalah sebuah aliran kali yang terletak di pusat kota Seoul, Korea Selatan. Pada tahun 1950-an, kali ini melambangkan kemiskinan yang dialami masyarakat Seoul, dulunya lebih kotor dari Ciliwung lho, dan pada dekade berikutnya (1960-an-1970-an) menjadi saksi keberhasilan industrialisasi dan modernisasi Korea Selatan. Proyek merehabilitasi kembali Kali Cheonggye dimulai dari tahun 2003 sampai tahun 2005 dan saat ini kali Cheonggye merupakan salah satu lokasi wisata populer di Seoul, dengan 22 buah jembatan yang melintasinya. Di dalam kalinya ada banyak ikan kecilnya, dan disini juga ada juga lubang untuk tempat lempar koin. Yuk dukung Ciliwung menjadi bersih seperti kali Cheonggye!

Setelah beristirahat di sana, kami berkunjung ke Namdaemun untuk beli souvenir bergambar Korea dan kaos Korea. Untuk ke sini kamu naik subway line 1 dan turun di Stasiun Seoul City atau Stasiun Seoul. Kami disini cuma sebentar, karena pas sampai sana sebagian besar toko sudah mau tutup, kesorean.

Setelah belanja disana, kami menuju Myeongdong (lagi) untuk membeli kosmetik. Disini juga ada cat cafe. Lalu kami berjalan kaki ke LINE Store Myeongdong. Untuk menuju ke daerah ini kamu harus subway line biru muda dan turun di Myeongdong station, ambil exit 6 atau 7. Di LINE Store kamu dapat berfoto gratis dengan tokoh brown raksasa, tapi harus antre. Di LINE Store menjual merchandise official LINE, seperti eye cover buat tidur, gantungan kunci, notebook, tas, kaos, kue, dan lain-lain. Dan di salah satu produk kaosnya tertulis Made In Indonesia lho! #CintaIndonesia

Post Author: Altifani R. Hayyu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *