Backpacker di Korea Selatan (Hari 1) : KL, Incheon, City Hall

Sebelumnya tak pernah terpikirkan akan ke Korea Selatan, lagipula aku tidak mengikuti demam K-Pop dan kawan-kawannya tidak seperti teman-teman pada umumnya #peace. Kepergianku ke negeri gingseng ini berawal dari keinginan mengikuti konferensi ilmiah sejak awal tahun 2016 #visualisasimimpi. Setelah mengikuti kegiatan pelatihan kewirausahaan dan kepemimpinan di Malaysia-Singapore Januari 2016 (postingan soal ini menyusul), aku berpikiran bahwa sebelum lulus S1 di UI, aku harus pernah ikut konferensi ke luar negeri setidaknya sekali. Ketika mengetahui info CISAK 2016 ini, aku langsung tertarik dan mendaftar. Aku melakukan riset dan mencari topik apakah yang cocok mewakili tema konferensi tersebut tetapi masih sesuai dengan kompetensi ku di kuliah. Alhamdulliah atas izin Allah SWT, aku dapat menyelesaikan full paperku berjudulOptimizing Submarine Cable Using Distributed Temperature Sensingto Bring High-Speed Internet Stability in Rural Areas dan alhamdulillah diterima pihak CISAK 2016 untuk dipresentasikan di Korea Selatan. Dengan proses permohonan sponsorship yang berliku melebihi kegiatan sebelumnya, alhamdulillah aku berkesempatan mengemukakan pendapat untuk memajukan Indonesia #tsah dan saling sharing berbagai disiplin ilmu lainnya bersama CISAK 2016. Karena aku mendaftar sendiri, dan menulis paper sendiri juga, aku musti cari teman untuk berangkat bareng kesana. Oleh karena itu aku akhirnya berangkat bareng kelompok SAYANG bagian poster presentation (Trisno, Fia, Muthiah).

Yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke Korea Selatan ialah visa. Urus dulu visa sebelum beli tiket karena rugi jika misalnya visanya ditolak tetapi sudah beli tiket. Setelah itu membuat itinerary yaitu rencana kamu mau kemana aja, harus dibuat karena sayang jika kita kelupaan mau kemana pas disana, rugi waktu! Sebelumnya harus research juga kira-kira tempat mana sih yang dengan budget minim tetap asyik jalan-jalannya, ala backpacker gitu.. Lalu mencari tiket penerbangan yang murah, kami memilih AA tanpa bagasi sehingga terbatas membawa sesuatu karena cuma 7 kg doang kapasitas maksimalnya di kabin pesawat. Membooking guesthouse sebelum sampai disana sangat penting untuk memudahkan urusan kita pas disana jadi udah nggak mikirin penginapan lagi. Lalu menggulung pakaian juga penting, kalau bisa dikaretin jadi gampang kalau mau ambil lagi dari dalam tas. Oh iya jangan lupa membawa botol kosong, pasti dibutuhkan banget disini. Aku saranin kamu install aplikasi peta Korea offline (Korea Tour), aplikasi belajar bahasa Korea, aplikasi panduan naik subway di Korea (Subway Korea), google translate, dan aplikasi scan makanan halal/haram (Halal Korea), karena sangat membantu. Selain itu kami juga membawa beras, mie instan, dan abon dari rumah sebagai jaga-jaga karena konon disana susah cari makanan halal, dan untuk menghemat biaya juga, yuk kita buktikan pas disana nanti!

Rabu, 31 Agustus 2016

Setelah semua siap, kita siap meluncur ke negeri K-Pop! Kami dapat penerbangan jam 15.40 WIB, berangkat dari bandara Soekarno-Hatta ke Kuala Lumpur, setelah itu pagi harinya berangkat dari Kuala Lumpur / KLIA2 ke Incheon International Airport. Kami berangkat dari kampus ke bandara naik grabcar, lebih hemat.

 

Sesampainya di Kuala Lumpur, kita jalan-jalan dulu ke petronas dengan naik bus ekspress dari bandara KLIA2, bayar RM 11, waktu tempuh sekitar 60 menit, setelah itu jalan kaki menuju LRT, turun di Stasiun KLCC (Kuala Lumpur City Centre).

 

Petronas Twin Tower (Menara Kembar Petronas) tingginya mencapai 451,9 meter dan mempunyai 88 lantai. Menara kembar ini adalah bangunan tertinggi di dunia sejak 1998 sampai 2004, kemudian dikalahkan oleh Taipei 101. Tetapi, Petronas sampai sekarang masih merupakan menara kembar tertinggi di dunia. Kedua menara ini dihubungkan oleh jembatan yang disebut Skybridge pada lantai 41 dan 42.

Pas perjalanan ke petronas ada pengalaman kurang menyenangkan, kita digodain cowok sana! #astagfirullah #yasudahlah. Setelah itu kita balik ke bandara dan makan-makan di dalam bandara,  di  food court yang tinggal turun saja pakai eskalator terdekat. Setelah itu ngemper deh di area sekitar ruang tunggu dekat eskalator. Oh iya, mushalla alias surau juga bisa jadi alternatif lokasi untuk tidur, tetapi sesuai kesepakatan kami, kami memilih di sekitar eskalator padahal menurutku surau tempat paling nyaman untuk tidur #wkwk.

Kamis, 1 September 2016

Keesokan harinya, pagi hari kita berangkat ke Korea Selatan dari KLIA2, memakan waktu sekitar 6 jam. Selama di pesawat itu kami shalat sambil duduk, pengalaman pertama kali. Setelah sampai aku terkesima karena pertama kali menjejakkan kaki di luar Asia Tenggara #wow.

Setelah itu kita beli T-Money di minimarket di dalam bandara seharga 10000 won, dengan rincian deposit saldo 6000 won.

Setelah itu kita naik AREX All Stop Train dengan biaya 4.000 won dengan total perjalanan 60 menit. Kereta all stop train itu bentuknya seperti kereta subway dan kursinya berhadapan.

Sesampainya di Seoul, kita langsung ke guesthouse yang sudah kita booking sebelumnya, lokasinya 2 menit jalan kaki dari Stasiun Subway Chungjeongno (Jalur 2 dan 5).

Sampai disana kita merapikan kamar, dan malam harinya kita jalan kaki menyusuri jalanan aja, keliling daerah Seoul sekitar situ dan ternyata ketemu dengan daerah City Hall, setelah itu balik lagi ke guesthouse.

Baca selengkapnya seri Backpacker di Korea Selatan:
Day 1: KL, Incheon, City Hall
Day 2: Haneul Park, Seoul Central Mosque, N Seoul Tower, Myeongdong
Day 3: Insadong, Konferensi, Dongaemun
Day 4: Konferensi, Banpo Bridge Moonlight Rainbow Fountain
Day 5: National Folk Museum of Korea, Gyeongbokgung Palace, KTO, Cheonggyecheon Stream, Namdaemun, LINE Store
Day 6: Mendaki Gunung Gwanak, SNU, Gangnam K-Star Road

Post Author: Altifani R. Hayyu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *